Sabtu, 18 Januari 2014

Fanfic? That Precious One wich Stolen

Mau coba nulis, berhubung ide lagi muncul.


Disclaimer:
Crimson Shell by Jun Mochizuki 

.
.

That Precious One wich Stolen



Monster.

Satu nada, satu intonasi. Garis tubuhku tercipta dari satu kosakata itu. Itu kesimpulan yang pertama kali menyeruak. Aku adalah monster. Lahir dengan takdir mutasi. Dan garis takdirku orang lain yang menentukkan.

Awalnya, sungguh. Aku tak perduli.

Apa yang bisa kulakukan, sementara garis takdirku sendiri tak bisa tergapai oleh tangan ini? Jadi, hanya kepasrahan yang menjadi jawaban ketika 'mereka' mengurung eksistensi ini. Tapi--Dunia memang tak bisa ditebak, bukan? Aku bahkan tak mengira 'dia' datang.

Atau malah, tak mengharapkannya.

Berawal dari dia yang kehilangan arah pulang karena tersesat, ketika garis pandangannya bertemu dengan iris ruby milikku, dia seenaknya mengklaim, menggenggam takdir yang sudah ditentukan oleh 'mereka'.

"Kalau kau disebut mawar, mekarlah dimanapun kau mau, dan di mana orang-orang bisa melihatnya!"

Ah, ya, mawar. Tubuhku terisolasi oleh bibit 'mawar pertama' yang mengakibatkan diriku seperti ini; terpandang sebagai 'monster'

Jemari terpaut. Tubuh ini tertarik olehnya. Dan takdir itu, tarsibak karenanya.

.
.
.

"Xeno, Xeno, Xeno--"

Sebuah tragedi.

"Bukankah kau masih ingat? kau mengatakan padaku, 'Kalau kau disebut mawar, mekarlah dimanapun kau mau, dan di mana orang-orang bisa melihatnya!' "

Angkara. Rantai.

"Aku hanya ingin berada di sisimu, di bangku terdepan, dan memperlihatkan seberapa jauh aku tumbuh."

Darah.

"Oke? Xeno--"

Kontras.

"Xeno?"

Tak dapat kembali.

"Xen--" "Dia tak akan kembali."

Dan--

"Apa? Ap--A--AAAAAAAA!! Tidak, Tidak, TIDAK! AKU TAK MAU AKHIR SEPERTI INI! XENOO!!"

--Sebuah Akhir.

.
.
.
.
.

"Maaf, Claudia."





Owari?

AHAHAHA INI APA. PLIS. INI APA.

Iya tau, ini pendek, pake banget lagi hiks. Aku emang kebiasaan nulis Fic pake gaya poetry gitu, tapi fail. Jadinya malah pendek gini. Oh wai mai diksi and mai deskrip its getting woorseeeee

Padahal tadi baru baca manganya chap satu dan langsung ke chap 6. walaupun belum mengerti seutuhnya, perasaan Claudia ke Xeno langsung tersinyal. Istilahnya, ngena.

Ya gitu deh /apa

art-nya di manga ini bagus. Pas baca, langsung mikir,  'gaya gambarnya Jun mochizuki banget'.

Ceritanya lumayan, walau ga terlalu kompleks karena penjelasan sama adegan per adegannya kurang mendeskripsikan. Yah, cuma 6 chap sih. Tapi bagus kok. Ceritanya emang gaya Jun Mochizuki banget, suram-suram gimana gitu. Aaaand again, not a happy ending. Tapi semoga Pandora Hearts happy ending ya hiks.Dan beberapa chara ada yang mirip di Pandora Hearts.

 Uweeh ada Liam di sana




 This is the Lolicon ojii-san and the innocent little girl /dibunuh

 And there, two little girl, Alice and Claudia.

Source: Zerochan

Bye ~ Setelah liat karyanya mba Mochizuki, langsung ngebet pengen gambar //w//)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar