Sabtu, 25 Januari 2014

Fanfic? Existence

"Karena kau hidup."

Alasan yang begitu klise.

"Jadi kalau aku mati bagaimana?"

Kau tidak menjawabnya: membiarkan pertanyaanku tergantung di udara.

Apakah aku boleh merasa senang karena berfikir kau takut kehilanganku?

Existence

Disclaimer:
+Pause+  : The incomplete ideology poem by Dhiea
Warning:
Headcanon, and maybe, Out of Character


Suara gemuruh mendesir nyaring di angkasa. Awan columbus bergulung ketika kepala seorang anak perempuan bersurai senada dengan lautan atlantik ini terngadah. 

"Akan hujan." Suara itu. Sebuah drum tertabuh di kepalanya. Anak perempuan ituDhiea Sevillememalingkan wajahnya sejenak untuk melihat lawan bicaranya.

"Kau benaroh tentu saja, karena kau bisa tahu hanya dengan melihatnya," sebuah buku yang tertumpu di telapak tanganku tertutup; mengikuti perintah. "kau sedang apa di luar, Mo-kun?" menambahkan suffix '-kun'. Lucu sekali. Padahal sekarang bukan di Jepang dankami bukan orang Jepang. Batin Dhiea.

"Masuk, Dhiea. Kau akan kehujanan."

"Kau belum menjawab pertanyaanku." 

Rintikan kecil berdesakan turun. Berlomba siapa yang pertama kali jatuh. Dhiea, gadis ini mencoba menerka siapa yang memenangkan perlombaan itu. Tapi ia segera mengurungkan niatnya.

"Aku ingin di luarsendirian." Sebuah penekanan. Dhiea mengernyit. Mo, pemuda ini, memang benar-benar ingin sendirian.

"Baiklah, kalau kau membutuhkan secangkir earl grey, kau bisa masuk ke dalam dan menghangatkan tubuhmu." Sebuah langkah tungkai kaki memperpanjang teritorial mereka.

Gadis dengan helaian Sapphire menjuntai sepundak ini melangkah masuk ke dalam. Langkah kakinya beraturan. Terdengar senada dengan gemerisik tangisan cakrawala di luar. Nafasnya mendesis pelan. Genggamannya pada buku yang terseret di pergelangan tangannya menguat. Ia menyandarkan punggung mungilnya pada dinding berpoles marmer yang dingin.

Di luar, rintikan hujan menderu menjadi badai. Menyamarkan isakan pelan yang ia hempas ke udara. 

Ia sendiri tidak tahu mengapa menangis dan mengapa ia tetap membiarkannya. Seakan ada beban yang tertumpu di ke dua pundak mungilnya. Dan ia tidak tahan; beban itu seakan meruntuhkan tubuhnya jika ia tidak mengeluarkannya saat ini juga. Untuk kesekian kalinya ia bersyukur Mo sedang berada di luar.

Sendirian.

Dhiea, gadis ini mengadah, mengamati langit-langit mansionnya dengan tatapan yang nyaris tanpa makna. Kosong. Walau ia memikirkan satu eksistensi di benaknya. Saudara kembarnya sendiri—Mo Seville.

Tidak, mereka tidak kembar, apalagi bersaudara. Mereka hanya berwajah sama dan itu pasti sebuah kebetulan. Kebetulan yang menghancurkan semuanya. Bahkan ia gagal meyakinkan Mo bahwa mereka itu berbeda aliran darah. Lagipula, kalau mereka memang satu aliran darah, dunia yang tergenggam oleh ilusi ini tak terkendalin. Dan di dalam ramalan yang dikatakan oleh Ville, hanya satu yang menanggung semuanya. Dan itu hanyalah dia. Sendirian. 

Tapi Mo menangkisnya, 

"Kita bersaudara."

Tatapan yang biasanya sehangat sinar mentari itu tak lagi lebih buruk daripada badai salju yang pernah melanda Arktik. Saat itu Dhiea hanya terpaku. Ia tak bisa menampik atau menyangkal; hal yang biasa ia lakukan jika tak setuju dengan Mo. Iris matanya membisu menangkap garis pandang pemuda di hadapannya.

Dalam sepanjang nafasnya, saat itu adalah pertama kalinya ia merasa eksistensinya tak lagi diakui oleh dunia.

Sebuah derap langkah menyibak delusi yang terperangkap dalam alam bawah sadar Dhiea. Gadis ini langsung menghapus jejak air mata di pipi dengan punggung tangannya. Mo Seville, dia mulai mengikuti akal sehatnya untuk menghangatkan diri di dalam.

 "Mo-kun, kau basah kuyup," Dhiea melangkah kecil menghampirinya, "ingin kudapan? tentang Earl Grey—maaf aku belum membuatkannya,"

"dan kebetulan, ini sudah saatnya afternoon tea." tambahnya pelan.

Pemuda dihadapannya membisu. Tak menjawab lontaran pertanyaan sang gadis yang menguar di udara. 

"Aku ingin di kamar."

"Tapi kau basah kuyup—"

"Tinggalkan aku sendirian."

Dhiea mengeratkan kembali buku yang tergantung di tangannya. "Kau berubah, Mo-kun,"

"sejak kejadian itu," tenggorokannya mendadak menjelma menjadi gurun pasir, "kenapa?"

"kalau memang kita bersaudara, kenapa kausampai berubah seperti ini?!"

Ah, ternyata, ia sekarang mengetahui bahwa Mo hanya menepis kenyataan. Mo mepertajam teritorial di antara mereka. Ia membangun sebuah dinding. Jarak. Dan semua itu berasa salah di benak Dhiea; Ia tak menginginkan ini.

Mo bergeming. Mematung pada posisinya berdiri.Garis pandangnya lurus ke depan. Dhiea menggigit bibir bawahnya hingga berdarah.

"Kaumenghindariku

"Karena kautahu, kaubisa membaca pikiranku, bahwa

 —Aku mencintai"

"KITA BERSAUDARA!" Lengkingan. Denting angkara dari pita suara Mo beradu dengan dentuman halilintar di cakrawala. Ke dua bola mata Dhiea membulat. 

"mu."

Air mata menyeruak dari kelopak matanya. Mencoba melepaskan diri. Seperti hujan: mereka berdesakan turun.

Pemuda itu terhenyak.Seakan dirinya yang sebenarnya sudah kembali. Seakan 15 detik yang lalu tubuhnya dikuasai oleh imp. Dan, ya, sekarang ia sudah kembali. Dengan hempasan nafas menderu dan keringat dingin sebesar biji jagung turun membasahi pelipis matanya.Ke dua pupil matanya mengkerut. Ia menepis tubuh Dhiea dan berjalan melaluinya. Meninggalkannya. Sendirian.

Tubuh mungil Dhiea terhempas ke lantai. Ia masih membisu. Bibirnya bergetar. 

Dan entah kenapa, bibir itu membentuk sebuah seringai. Seringai getir yang menyeramkan. Dengan ke dua pupil di matanya mengecil. Menajam. Bukan karena angkara yang mengekorinya tapi karena keputusasaan yang membuatnya harus berdiri di antara dua pilihan:  menangis atau sebaliknya. 

"Bahkan bunuh diri dapat membuatku hidup kembali."



TBC?

SEKALI LAGI. AKU NULIS APAAN SIH. YAAMPUN. Pertama-tama mohon maaf untuk mba Dhiea karena make fandomnya seenak jidat lalu menistakan karakter-karakternya.

Btw +Pause+ bukan anime maupun Manga. Yah, bisa dibilang cuma err... original.. characters? (?) mungkin.Dan aku iseng-iseng bikin cerita ini gara-gara lagu Miku yang Shinkai Summit. Padahal gaada hubungannya sama cerita ini. 

Next time.. kalo niat lanjut ya.

 
 +Pause+  : The incomplete ideology poem






Silahkan ditebak mana Mo dan mana Dhiea



Dan bagiku, mereka berdua unyu sangat.


Oyasumi.

Source : Zerochan




Desire

I'm tired of being useless.

Tired of being hypocrite in front of your existence.

Mask.

Mask.

Mask.

But it's fun.

Being a doll for ya. The one who I love the most; Fate won't be on my side after all.


Feeling of being  owned. monopolized. Used. I've admit that fun.

I seemed don't have any self-esteem, have I?





No need to have any self-esteem for being a doll after all.




Rabu, 22 Januari 2014

Virus!

Selamat hari hujan!

Itu pembukaan macam apa pls.

Lanjut.

Yosh, kita ngebahas virus sekarang. Bukan secara biologis lho ya, tapi secara kehidupan sehari-hari terutama kehidupan manusia nista satu ini /Nunjuk diri sendiri/. Jadi, aku tadi duduk sebangku sama Yu-chan. Lumayan, dia udah ngerti sifat aku jadinya aku ga perlu khawatir dia bosen sama aku. Tapi sedikit tersiksa karena dia galak hiks. Tapi galaknya galak perhatian. Duh, unyu deh. Kalo dia baca ini aku bakal diapain ya nantinya /plak/. Dan kebetulan, dibelakang aku persis, ada dua anime-lovers duduk sebangku. Ci-chan dan ID-kun. Yu-chan ini orangnya lumayan ngehargain ide atau kesenangan orang lain. Dia ngedengerin aku sama Ci-chan ngomongin anime dan ikut ketawa padahal ga ngerti apa-apa.

Daan akhirnya, Ci-chan nyebarin virus anime-lovers attacknya. Yu-chan diajak nonton anime, dan kebetulan anime nya itu yg ditonton emang bagus. Noragami gitu looh ~ (?) Alhasil Yu-chan ikut terseret. Good-job, Ci-chan! /tebar confetti/

Aku paling ga jago ngajak-ngajak gitu sih, jadi cuma bisa mendukung. Sementara mereka nonton noragami di lappie nya Ci-chan, aku sama ID-kun asik nontonin Prince of tennis di hp dia. Dan pas nonton aku bawel banget ngomongin abang megane dengan poni kece di anime itu. Maaf ya ID-kun, tehehe ~

Pas udah selesai nonton, kita berantemin siapa yang paling kece. Ci-chan sama Yu-chan milih Yuki, aku milih Yato. Hiks. Kalah. Tapi Yato-sama kan kakkoi desu! dia baik desu! Aaa Mooou! QAQ Gara-gara itulah Ci-chan minta digambarin Yuki di buku sketchnya.  semoga hasilnya memuaskan ya ne, Ci-chan~!





 Itu Yuki. Unyu sih, unyu. Tapi aku biasa aja QAQ (?)




Atashi no Aniki! Yato nii-sama desu! >///< /seenaknya mengklaim/


Beralih.

Lagi nyari data buat tugas bahasa inggris : nge deskripin Idola kamu
Pertamanya mikir, "Kalo ntar nge deskripin Akashi pasti diketawain sekelas kali ya."

"Terus siapa dong. Duh---" << Dia gapunya Idola.

Akhirnya dapet ilham pas tidur siang. Make Sako Tomohisa sebagai idola. Alasannya, info-info tentang dia banyak diantara Utaite lain. Dan kebetulan dulu pernah suka walau ga suka-suka banget. Awalnya mau milih Soraru, tapi dia gapernah moto dirinya sendiri dengan Full-face hiks.

Yaudah, buat tugas ini lagian /Menggelinding/

Trus pas baca infonya, ada pernyataan gini :  His favorite type is a tomboyish person and he dislikes the quiet persons

Langsung hening.

BERARTI T-KUN BENCI DIRIKU. AAA APA SALAHKU. T-KUN---/digeplak

Padahal belum pernah ketemu, amit-amit deh aku ini .. 

Yah, udah gitu aja ne, mau ngerjain tugas lagi. Masih banyak tugas hiks. Ndee---




--Sore jaa!

Source all images : mbah gugel

Selasa, 21 Januari 2014

Yume ka? Unmei ka? Mirai ka?

Selamat jam setengah satu!
Entah di blog ini tertera jam nya berapa, tapi aku nulisnya jam setengah satu, iseng-iseng sambil ngerjain makalah << Bandel

Mau bahas, mimpi! Ah, soalnya gatau mau bahas apa lagi. Akhir-akhir ini tugas numpuk, dan gabisa nulis entri, bisanya nge stalking doang (?)

Mimpi? Un, yume! Akhir-akhir ini setiap aku mimpi, selalu aja ada yang kejadian. Kaya'kemarin malam, aku mimpi kelas itu gaada gurunya, sampe akhirnya aku ketiduran di kelas sangking bosennya. Besoknya? kesampean! bener-bener free class, cuma 2 guru sih yang ga masuk. Tapi 'kan sama aja free class, desho? Apalagi tadi pelajaran Geo, seneng banget gurunya ga masuk hehehe *nyengir setan* /dibuang

Ga cuma itu, aku pernah mimpi yang kesampean besok harinya berulang kali. Kaya' misalnya, kedua temen aku mulai menjauh, padahal mereka deket.Dan salah satunya mulai deket sama aku. Di mimpi, mereka musuhan. Di dunia nyata? beneran terjadi, tapi untung ga musuhan, cuma mulai menjauh aja.Daan bener, salah satunya mulai deket sama aku.

Ada juga yang berhubungan sama banjir, dan sodaraku kena. Apalagi ya ne? banyak deh. Tapi mimpinya, harus yang bener-bener nyata. Mimpi kaya' gitu pasti besoknya kesampean walau ga semuanya. Ada aja satu kejadian yang kesampean.

Aah iya.. Pernah juga yang ngeri. Mimpi, tapi seakan nyata dan udah bangun dari mimpi itu. Jadi muisalnya tidur, teruskita bangun nih, eh, ternyata itu masih mimpi. Aku pernah ngalamin itu sampe 6 kali berturut-turut.Jadi, di 1-6 itu aku ngerasa udah bangun, tapi ternyata itu masih mimpi.Itu dalam satu kejadian/mimpi lho, ne, makanya serem. Makanya 'bangun' yang ke 7 kalinya, aku sempet ketakutan, "Ini mimpi apa dunia nyata?" masalahnya, pas mimpi yang sebelum-sebelumnya itu, bener-bener nyata. Aku nyoba nyubit tangan, atau nyakitin diri sendiri (?) buat buktiin itu nyata atau ngga. Dan hasilnya sakit. Kowaii yo---

Itu pernah ke ulang lagi, untungnya ga sampe 6 kali. Mungkin sekitar 2 atau 3 kali.

Berhubungan dengan mimpi, pernah ngalamin Lucid Dream atau Astral?

Lucid dream itu semacam kita bisa mengontrol mimpi kita sendiri, seru , lho! jadi bisa bikin dunia yang sesuai dengan keinginan kita di mimpi itu. Aku pernah, tapi bukan orang-orang atau sesuatu yang ada di dalem mimpi itu. Lebih ke kronologis atau 'jalan ceritanya'. Nanti kubahas lebih lanjut ya, ne?

Beralih, kita ke Astral. Astral itu semacam ruh kita keluar dari tubuh, tapi kitanya sadar kalau ruh kita pisah dari tubuh. Lebih jelasnya gini, kalau tidur, ruh kita sebenernya keluar dari tubuh, kan? tapi kita ga sadar dan pikiran kita berkelana ke alam mimpi. Tapi kalau astral, kita sadar, sekaligus bisa jalan-jalan dengan bentuk ruh. Bahkan bisa main ke dimensi lain! Tahu film Insidious, kan? Astral itu semacem yang dialami anaknya si tokoh utama.

Nanti kalo niat aku bahas dua itu ya neee ~~ /Dibuang ke laut/

Udah malem pagi. Tidur dulu, Oyasuminasai!



 Bonus poto abang--siapa gatau lupa namanya /dibuang/ 


Rolan - The Forgotten King. 
Source : Deviantart



Sabtu, 18 Januari 2014

Fanfic? That Precious One wich Stolen

Mau coba nulis, berhubung ide lagi muncul.


Disclaimer:
Crimson Shell by Jun Mochizuki 

.
.

That Precious One wich Stolen



Monster.

Satu nada, satu intonasi. Garis tubuhku tercipta dari satu kosakata itu. Itu kesimpulan yang pertama kali menyeruak. Aku adalah monster. Lahir dengan takdir mutasi. Dan garis takdirku orang lain yang menentukkan.

Awalnya, sungguh. Aku tak perduli.

Apa yang bisa kulakukan, sementara garis takdirku sendiri tak bisa tergapai oleh tangan ini? Jadi, hanya kepasrahan yang menjadi jawaban ketika 'mereka' mengurung eksistensi ini. Tapi--Dunia memang tak bisa ditebak, bukan? Aku bahkan tak mengira 'dia' datang.

Atau malah, tak mengharapkannya.

Berawal dari dia yang kehilangan arah pulang karena tersesat, ketika garis pandangannya bertemu dengan iris ruby milikku, dia seenaknya mengklaim, menggenggam takdir yang sudah ditentukan oleh 'mereka'.

"Kalau kau disebut mawar, mekarlah dimanapun kau mau, dan di mana orang-orang bisa melihatnya!"

Ah, ya, mawar. Tubuhku terisolasi oleh bibit 'mawar pertama' yang mengakibatkan diriku seperti ini; terpandang sebagai 'monster'

Jemari terpaut. Tubuh ini tertarik olehnya. Dan takdir itu, tarsibak karenanya.

.
.
.

"Xeno, Xeno, Xeno--"

Sebuah tragedi.

"Bukankah kau masih ingat? kau mengatakan padaku, 'Kalau kau disebut mawar, mekarlah dimanapun kau mau, dan di mana orang-orang bisa melihatnya!' "

Angkara. Rantai.

"Aku hanya ingin berada di sisimu, di bangku terdepan, dan memperlihatkan seberapa jauh aku tumbuh."

Darah.

"Oke? Xeno--"

Kontras.

"Xeno?"

Tak dapat kembali.

"Xen--" "Dia tak akan kembali."

Dan--

"Apa? Ap--A--AAAAAAAA!! Tidak, Tidak, TIDAK! AKU TAK MAU AKHIR SEPERTI INI! XENOO!!"

--Sebuah Akhir.

.
.
.
.
.

"Maaf, Claudia."





Owari?

AHAHAHA INI APA. PLIS. INI APA.

Iya tau, ini pendek, pake banget lagi hiks. Aku emang kebiasaan nulis Fic pake gaya poetry gitu, tapi fail. Jadinya malah pendek gini. Oh wai mai diksi and mai deskrip its getting woorseeeee

Padahal tadi baru baca manganya chap satu dan langsung ke chap 6. walaupun belum mengerti seutuhnya, perasaan Claudia ke Xeno langsung tersinyal. Istilahnya, ngena.

Ya gitu deh /apa

art-nya di manga ini bagus. Pas baca, langsung mikir,  'gaya gambarnya Jun mochizuki banget'.

Ceritanya lumayan, walau ga terlalu kompleks karena penjelasan sama adegan per adegannya kurang mendeskripsikan. Yah, cuma 6 chap sih. Tapi bagus kok. Ceritanya emang gaya Jun Mochizuki banget, suram-suram gimana gitu. Aaaand again, not a happy ending. Tapi semoga Pandora Hearts happy ending ya hiks.Dan beberapa chara ada yang mirip di Pandora Hearts.

 Uweeh ada Liam di sana




 This is the Lolicon ojii-san and the innocent little girl /dibunuh

 And there, two little girl, Alice and Claudia.

Source: Zerochan

Bye ~ Setelah liat karyanya mba Mochizuki, langsung ngebet pengen gambar //w//)

Typo

Judul random lagi. Tapi kali ini ga bener-bener random kok. Iyap, bahas masalah typo..

Hiks.

Typo di entri sebelumnya banyak banget demi apa /berguling/ Maaf, mata suka seliweran(?) soalnya.

Beralih. /Kecepetan/

Curhat. Mau curhat. Dulu pas masih pake seragam putih-biru, mata pelajaran yang paling disuka adalah fisika. Lucu soalnya, ngitungin kelapa jatuh. Padahal kan ga guna ya /Ditimpuk

Walaupun gurunya kalo ngajar suka bikin ngantuk setengah mati. Tapi Fisika, daisuki!

Sekarang?

Amit-amit.

Pelajarannya makin bikin bingung. Dan gurunya lebih parah lagi. Ngomong seliweran. Lagi bahas tentang elastisitas, malah nyambungnya ke pipa saluran air dia yang rusak. Aduh.

Ngomong-ngomong tentang guru, guru di sekolah emang unik-unik.

Guru favorit, Pak DJ! sayang banget sama guru ini, dia ngajar sejarah, tapi ga ngebosenin. Tapi kalo ngabsen 1 jam. Dan ngelawak mulu.Dan apresiasinya terhadap anak didikannya perlu diancungin jempol. Sejelek apapun hasil pemikiran kita terhadap soal yang ditanya, dia nilai. walaupun cuma satu kata. Aaa daisukiii <3

Guru kedua, sosiologi. Setiap duduk, satu jam pelajaran pertama, dia bahas orang badui. Selalu. Selalu. Malah anak-anak sampe apal, pas dia dateng, selalu ditanya,

"Pak orang baduinya yang kemarin gimana pak?"

Aku cuma cengo, menjadi silent reader dan duduk dengan kalem.

Guru Geografi. Agak males bahas dia hiks. Tapi yang ngeselin itu presentasi harus pas 10 menit. Kurang ? lebih? gadapet nilai. LUCU BANGET TAU GAK. HAH /lempar bangku/ padahal geografi susahnya dewa! gurunya begitu pula--Astagaaaa. Sampe waktu itu disuruh presentasi dipelajaran bahasa inggris, ada yang bilang,

"LOL Sepuluh menit woi sepuluh menit!"

Apal ya? Gimana ga apal. Kalo orang ngeselin kan selalu inget.

Guru bahasa Indonesia, selalu ngebahas anekdot di jam pelajaran pertama. Itu materi padahal udah kelewat jauh satu semester. Hiks. Kaya gaada bahasan lain. Dan antara dia sama anak didikannya, masih pinteran anak didikannya.. /facepalm/

Guru Agama. Gajelas! Cara ngajar dia ngeselin, tapi masih bisa sabar. Malah ketantang. Soalnya, kalo jawaban essay ga sesuai sama jalan pikiran dia, dicoret. Itu ngeselin banget. Tapi itu yang bikin aku depat sama itu guru sampe akhirnya jalan pikiran kita disatuin. lol

 Mari beralih, gaenak juga ngomongin orang tua. Maaf ya /sungkeman/

Tadi sempet buka salah satu media (?) di cyber. Langsung ada satu  pertanyaan yang muncul :

Apa aku melarikan diri?

Tanda tanya itu terus menggantung.Walaupun aku sudah tahu jawabannya, aku tidak mau mengakuinya. Pengecut.

Aku tidak bermaksud begitu--melarikan diri--sesungguhnya. Maaf ..

Ah sakit. Tapi insiden itu lebih sakit lagi. Tidak mengenai langsung, tapi begitulah /apa/ Gomenne, ne? Mou, sugu ni wasuretanda yo, atashi no koto, onegai .. 

Anggap aku tidak ada. Anggap aku tidak pernah kenal kalian. Aku ingin sendiri, aku ingin sendiri ..

Ah bodohnya, padahal mereka mengkhawatirkanku. Menjijikkan. Menjijikkan.

Aku ingin kembali, tapi di lain sisi, aku ingin pergi. Kalau kembali, aku harus berbohong lagi. Apa yang harus kulakukan?

Aaa oke, beralih! aku ga bermaksud ber-lebay ria di sini. Gomenne, blog-san  /Peluk blog /gimana caranya

Bingung mau bahas apa lagi, tadi di sekolah cuma nonton anime Noragami sama Ci-chan, dan bikin manga bareng, dia bikinin aku manga Ishika [ nama ku kalo digeneratorin ke jepang, jadi Ishika ] x Kuroko Tetsuya. Kyaaaa seneng banget! pengen aku laminating rasanya //w// Arigatou Ci-chan! aku juga gambar manga buat dia tentang dia sama Midorima, Lol (?). Ah ya, kenapa dia bikin manga aku sama Kuroko? Karena menurut dia, aku cocok sama Kuroko. Entah cocok dimananya (?)

Terus sempet ngobrol sama ID-kun tentang anime fall tahun ini sama Vocaloid. Lucu aja, dia lumayan tahu banyak anime lama, tapi sayang banget dia ga tahu anime X/1999 QAQ /yaterus

Habis ini curhat apa ya ~ /menggelinding/ Pengen bahas Utaite kaya' blog yang dulu juga, tapi lagi ga mood /dibuang/

Yaudah share gambar aja deh _(:'3 (?)


Kise songong. /Lempar ring basket/


 Tetsu-kun, kamu ngapain nak


 /Ga bisa komen/ /Takut dilempar gunting/

 AHAHAHAHAHA. AHAHAHAHA. AHAHAHA DEMI APA 
KEMAKAN SAMA MOTTO NYA SENDIRI DEMI APA. DEMI AP--/capslock

 Bang mido, daisu--ppfft--HAHA--/dilempar lucky item/



Lol sumpah ngakak. Itu kenapa ga sekalian Izaya masuk ke dalem tubuh bang sei? Lol


Kyaaaaa //w/// Sini pocky nyaaa <3 /gimana ngambilnya/


 HA.HA.HA.HAHASTAGA





Sei:  "Mati lu Daki. Mati lu."
Ryouta & Daiki  : .....
Atsushi : "Uweee Muka Ao-chin makin nista" *foto*


 Cross-overnya nista demiapa

 Magi I mis ya hiks



KALIAN BERDUA. JANGAN BIKIN FANGRILL. DEMIAPA

 Itu masukin buku pelajarannya gimana .........


 *Culik*



 MAGIIII QAQ UDAH BERAPA EPS DI SEASON DUA BELOM KETONTOOON QAQ AAAA MAGIII QAQ 









 Kiseki no sedai + abang alis dobel Altern Job //w//) /abang alis dobel itu siapa/

 *Minta gendong* /ditendang/


"Tokyo meong-meong, change!"







 Iya, Aku sama Sei udah nikah. Anaknya Atsushi. Dia bandel. Jadinya dimarahin sama Sei:<  /Dilempar gunting/






You all supposed to be together again, won't you?

 Ryota. Demi apa.
 


I need full box of tissues please

Source : Tumblr

Njaa, itu aja, Jaa ne, Blogger-saan~! /wave /wave/